f t g m
  • CONSULTING

  • ENGINEERING TRAINING

  • MANAGEMENT TRAINING

  • LABORATORY EQUIPMENT

Copyright 2018 - PUSAT PELATIHAN MBT Themes by www.xswebdesign.com

HOME

Perencanaan SDM

Pada tahun 2011 PT. MBT Konsultan dipercaya untuk melaksanakan kegiatan Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pusbin KPK di Kementerian Pekerjaan Umum. Perencanaan sumber daya manusia (human resource planning) merupakan kegiatan menghimpun dan menggunakan informasi untuk menunjang keputusan investasi sumber daya beberapa aktivitas sumber daya manusia (SDM). Melalui perencanaan sumber daya manusia yang efektif dilakukan analisis terhadap kebutuhan sumber daya manusia organisasi serta mengembangkan aktivitas yang memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam konteks Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi, perencanaan SDM merupakan bagian dari kerangka besar pengelolaan SDM untuk mewujudkan aparatur negara yang efektif dan efisien. Guna menyusun master plan tersebut, maka terlebih dahulu dilakukan Studi Perencanaan SDM.

Maksud kegiatan ini adalah menghimpun dan menggunakan informasi untuk menunjang keputusan investasi sumber daya berbagai aktivitas sumber daya manusia. Informasi ini meliputi tujuan di masa depan, kecenderungan (trend), dan kesenjangan antara hasil aktual dan yang ditargetkan, termasuk pula bagaimana organisasi dan tata laksana.

Tujuan kegiatan ini untuk memperkirakan persediaan dan kebutuhan SDM serta kesenjangan kualifikasi yang dipersyaratkan oleh jabatan serta organisasi dan tata laksana.

Sasaran kegiatan ini adalah memperoleh proyeksi jumlah SDM, kesenjangan kualifikasi, posisi persediaan SDM (labour supply), dan cara penyusunan program kegiatan manajemen SDM termasuk organisasi dan tata laksana agar sesuai dengan kebutuhan SDM periode 2011-2014.

Dalam penyusunan perencanaan sumber daya manusia, Konsultan menggunakan metoda pendekatan menggunakan analisis beban kerja, metoda ini dapat dilakukan secara teknis dan praktis yaitu dengan metoda teknis analitis atau metoda praktis empiris, metoda teknis analitis adalah suatu metoda untuk pengukuran kerja dengan menggunakan cara-cara ilmiah dengan tingkat ketelitian tinggi, oleh karena itu dalam pengukuran kerja dengan metoda teknis analitis ini diperlukan antara lain;

  • ·         Tenaga Ahli Peneliti
  • ·         Waktu penelitian lama
  • ·         Biaya penelitian cukup besar
  • ·         Peralatan peneliti cukup kompleks

 

Metoda praktis empiris adalah suatu metoda untuk pengukuran kerja yang menggunakan pendekatan kegiatan proses kerja yang dilakukan pada setiap satuan unit kerja atau langsung pada objek kerja untuk mendapatkan jumlah pegawai yang dibutuhkan pada suatu unit kerja. Dalam penyusunan perencanaan sumber daya manusia, metoda yang dipilih atau digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan perencanaan sumber daya manusia  adalah menggunakan metoda praktis empiris, metoda ini dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut;

  • ·         Metoda praktis empiris mudah dilaksanakan
  • ·         Tidak memerlukan tenaga ahli / professional untuk pengukuran kerja
  • ·         Waktu pelaksanaan kegiatan memungkinkan
  • ·         Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan tidak terlalu mahal
  • ·         Peralatan pengukuran sederhana

 

Pengukuran kerja dengan menggunakan metoda praktis empiris mempunyai beberapa tahapan atau langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut;

  • ·         Mengidentifikasi prosedur kerja dari setiap tugas pokok dan fungsi jabatan struktural, jabatan fungsional dan jabatan fungsional umum pada struktur organisasi ;
  • ·         Mengidentifikasi nama Jabatan;
  • ·         Mengidentifikasi produk jabatan yang akan dicapai dalam satu kurun waktu tertentu (dalam satu tahun anggaran);
  • ·         Mengidentifikasi langkah-langkah atau tahapan pelaksanaan tugas dalam menghasilkan produk (dimulai dari input-proses-output) tersebut;
  • ·         Mengidentifikasi volume pekerjaan (beban kerja) dan satuan beban;
  • ·         Mengidentifikasi standar prestasi kerja per satuan beban kerja (untuk jabatan fungsional umum) berdasarkan norma waktu atau norma pelayanan yang telah ditetapkan.

 

Dengan diketahui variable beban kerja dan variable standar prestasi (kemampuran waktu rata-rata dalam menyelesaikan satu satuan beban), maka dapat dihitung isi kerja dari setiap jabatan (jabatan fungsional umum) yang selanjutnya digunakan untuk mendapatkan jumlah kebutuhan pegawai yang dibutuhkan pada suatu jabatan fungsional umum setelah dibagi dengan jam kerja efektif dalam satu tahun.

Hasil perencanaan sumber daya manusia melalui pengukuran kerja dimaksudkan untuk mendapatkan standar kebutuhan pegawai pada satu satuan unit kerja dan digunakan untuk bahan penyusunan formasi pegawai dan perencanaan kebutuhan pegawai, baik kebutuhan pegawai jangka pendek maupun jangka menengah dan selanjutnya sebagai dasar dalam penyusunan program-program kepegawaian lainnya.

Hasil perencanaan sumber daya manusia melalui pengukuran kerja dimaksudkan untuk mendapatkan standar kebutuhan pegawai pada satu satuan unit kerja dan digunakan untuk bahan penyusunan formasi pegawai dan perencanaan kebutuhan pegawai, baik kebutuhan pegawai jangka pendek maupun jangka menengah dan selanjutnya sebagai dasar dalam penyusunan program-program kepegawaian lainnya.

 

Perencanaan SDM

Pada tahun 2011 PT. MBT Konsultan dipercaya untuk melaksanakan kegiatan Perencanaan Sumber Daya  [ ... ]

baca lanjutannya..
SKKNI Keahlian Konstruksi

SKKNI adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang merupakan rumusan kemampuan kerja  [ ... ]

baca lanjutannya..
TNA Survey

TNA-Survey adalah suatu kegiatan survei dilapangan atau dilokasi reponden berada  untuk analisi [ ... ]

baca lanjutannya..
Pembinaan Instruktur & Asesor Jasa Konstruksi

Pada tahun 2011 Pusbin KPK mengadakan Kajian Pengembangan Pembinaan Instruktur dan Asesor Jasa K [ ... ]

baca lanjutannya..
Dokumen Strategi Knowledge Management

Untuk mewujudkan organisasi yang efektif dan efisien di Kementerian Pekerjaan Umum, organisasi h [ ... ]

baca lanjutannya..
Pembekalan Pra Purna Bhakti

Dalam memasuki masa purnabhakti perlu melakukan persiapan baik mental, pola pikir, serta rencana [ ... ]

baca lanjutannya..
Penyusunan Grand Design

Dalam rangka mewujudkan organisasi yang tepat fungsi dan ukuran (right function and right sizing [ ... ]

baca lanjutannya..
Mindsetting-Outbond

Pada tahun 2010  PT. MBT Konsultan mendapat kepercayaan untuk melaksanakan Pekerjaan Pendamping [ ... ]

baca lanjutannya..
Other Articles
Start a blog with www.howtostartblogging.com